5 Organisasi Pada Masa Kebangkitan Nasional

Organisasi pergerakan nasional pertama kali pada tahun 1908 mada masa Budi Utomo. Selain Budi Utomo terdapat banyak lagi organisasi pergerakan nasional mada masa kebangkitan. Beberapa organisasi yang ada pada masa tersebut diantaranya sebagai berikut.

 

1. Sarekat (16 Oktober 1905)

Syarikat Islam / Sarekat Islam (disingkat SI) dahulu bernama Sarekat Dagang Islam (disingkat SDI) didirikan oleh Haji Samanhudi pada tanggal 16 Oktober 1905, Sarekat Dagang Islam merupakan organisasi pertama yang lahir di Indonesia, pada awalnya Organisasi Sarekat Islam yang dibentuk oleh Haji Samanhudi ini merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang masuknya pedagang asing yang ingin menguasai ekonomi rakyat.

Selanjutnya, organisasi ini berubah nama menjadi Sarekat Islam (SI) dengan tujuan memperluas anggota, untuk memvangun oeraahabatan diantara pedagang muslim. Perubahan tersebut digagas oleh H.O.S. Cokroaminoto.

Pada tahun1916 Sarekat Islam berubah menjadi partai politik. Sayangnya setelah itu Sarekat Islam menjdi organisasi yang sesat. Sarekat Islam yang mengalami perkembangan pesat, kemudian mulai disusupi oleh paham sosialisme revolusioner. Paham ini disebarkan oleh H.J.F.M Sneevliet yang mendirikan organisasi ISDV (Indische Sociaal-Democratische Vereeniging) pada tahun 1914. Pada mulanya ISDV sudah mencoba menyebarkan pengaruhnya, namun karena paham yang mereka anut tidak berakar di dalam masyarakat Indonesia melainkan diimpor dari Eropa oleh orang Belanda, sehingga usahanya gagal.

 

2. Budi Utomo (20 Mei 1908)

Organisasi Budi Utomo (juga disebut Boedi Oetomo) merupakan sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908.

Sejatinya organisasi ini Dipelopori oleh pemuda- pemuda dari STOVIA, Sekolah Peternakan dan Pertanian Bogor, Sekolah Guru Bandung, Sekolah Pamong Praja Magelang dan Probolinggo serta Sekolah Sore untuk Orang Dewasa di Surabaya. Para pelajar terdiri dari Muhammad Saleh, Soeradji, Soewarno A., Suwarno B., R. Gumbreg, R. Angka, Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soetomo. Nama Budi Utomo sendiri diusulkan oleh Soeradji dan semboyan yang dikumandangkan adalah Indie Vooruit (Hindia Maju) dan bukan Java Vooruit (Jawa Maju).

 

3. Muhammadiyah (18 November 1912)

Muhammadiyah adalah organisasi yang didirikan oleh Ahmad Dahlan. Tujuan didirikannya Muhammadiyah adalah memajukan pengajaran Islam, mengembangkan pengetahuan Islam dan cara hidup menurut peraturan Islam, membantu dan meningkatkan kehidupan sosial masyarakat Islam.

 

4. Indische Partij (25 desember 1925)

Indische Partij didirikan oleh Tiga serangkai Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker (Setyabudi Danudirjo).organisasi ini memiliki tujuan untuk menyatukan keberagaman. Penyatuan tersebut diiringi dengan semangat nsionalisme. Indische Partij berdiri di atas nasionalisme untuk mencapai Indonesia merdeka.

 

5. Partai Komunis Indonesia (9 Mei 1914)

paham Marxis dibawa masuk ke Indonesia oleh seorang Belanda yang bernama H.J.F.M. Sneevliet. Atas dasar Marxisme inilah kemudian pada tanggal 9 Mei 1914 di Semarang, Sneevliet bersama-sama dengan P. Bersgma, H.W. Dekker dan J.A.

Awalnya, organisasi ini bernama ISDV. Kemudian berubah menjadi partai Komunis Hindia pada tanggal 23 Mei 1923. Kemudian barulah berubah menjadi partai Komunis Indonesia pada bulan Desember 1924.

Berlangganan ke Blog MateriIlmu.com via Email

Masukkan alamat Email Anda untuk berlangganan artikel terbaru mata pelajaran sekolah blog MateriIlmu dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui Email.

Bergabung dengan 215 pelanggan lain

About the Author: Zacky