Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Indonesia termasuk negara yang tua. Negara Indonesia sudah ada sejak jaman dahulu kala, bahkan sebelum masa penjajahan terjadi. Nah, lantas kapan bangsa Indonesia terbentuk, Siapa dan darimana asal usul nenek moyang bangsa Indonesia, dan bagaimana proses penyebaran bangsa Indonesia?.

Darimanakah asal usul nenek moyang bangsa Indonesia?

Jika ditelisik dengan ilmu persejarahan, nenek moyang negara Indonesia berawal dari Asia, khususnya Asia Tenggara. Meskipun belum diketahui secara pasti, nenek moyang bangsa Indonesi menyebar di Indonesia mengalami selama dua periode, pertama pada 5000 SM, dan 2000 SM. Pada tahun tersebut, nenek moyang Indonesia menyebrangi pulau-kepulaun, diantaranya Samudra Hindia, madagaskar, Filipima, dan Melanisia. Kemudia, mereka menyatu dan terbentuklah nenek moyang bangsa Indonesia hingga saat ini.

Sebenarnya, ada banyak teori para ahli yang menjelaskan tentang asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia. Hanya saja, Von Heine Geldren lah yang sejalan dengan teori ini. Berdasarkan penjelasan teori beliau, asal usul nenek moyang bangsa Indonesia sebagian besar berasal dari benua Asia, khususnya Yunan dan Cina Selatan. Hal tersebut diperkuat karena adanya kesamaan antara artefak bangaa Yunani dan bangsa Indonesia. Jika ditelisik lebih rinci, Nenek moyang bangsa Indonesia mendatangi Indonesi terjadi selama dua gelombang, yakni dinamakan melayu tua, dan melayu muda.

Gelombang Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia.

Seperti yang telah dijelaskan secara singkat di atas. Nenek moyang bangsa Indonesia datang ke Indonesia dibagi dalam dua gelombang, yakni pada gelombang pertama di namakan melayu tua atau nama lainnya proto melayu. Pada gelombang pertama, diperkirakan terjadi pada tahun 2000 SM. Gelombang proto melayu ini pun dibedakan kembali menjadi dua, pertama nenek moyang yang berasal pada zaman neulitikum (batu baru) yang membawa kapak batu yang mengalami persebaran di Sulawesi Utara, Papua, dan Maluku.

 Selanjutnya, bagian yang jedua datang pada tahun 500 SM. Nenek moyang yang ini berbeda dengan yang pertama, karena tidak membawa batu lagi, melainkan logam. Gelombang ini, ras nenek moyang Indonesia dikategorikan sebagai ras astronesia. Selanjutnya, ras ini berkembang menjadi ras Papua Melanesoid Astronesia, dan kemudian terus beekembang menjadi suku, ras, budaya di berbagai penjuru negara Indonesia.