Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi

Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi – Bumi merupakan planet ketiga di tata surya Bimasakti. Bumi juga satu-satunya planet yang dapat ditempati manusia hingga saat ini. Tentunya, planet bumi tidak hanya diam saja, melainkan berputar dengan sendirinya atau berputar mengitari matahari. Kegiatan berputar dentan sendirinya dan berputar mengelilingi matahari disebut juga rotasi dan revolusi bumi.

Nah, lantas apa itu rotas dan revolusi bumi? Dan apakah dampak dari dua hal tersebut? Berikut penjelasannya.

  1. Dampak Rotasi Bumi

Rotasi bumi adalah Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Kala rotasi adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk berputar pada porosnya. Selama satu hari, Bumi berputar pada porosnya selama 23 jam 56 menit. Akan tetapi, kita biasa membulatkan menjadi 24 jam. Sebab itulah, setiap hari selalu ada perbedaan waktu tiap hari yamg satu dengan yang lain. Misalnya, hari ini maghrib jam 18.30, pada hari berikutnya waktu maghrib 18.40.

Selain hal tersebut, rotasi bumi sendiri memiliki dampak. Berikut dampak dari rotasi bumi.

  • Terjadinya siang dan malam

Karena adanya proses perputaran bumi pada porosnya, tentunya bagian belahan bumi yang menghadap matahari akan mengalami waktu siang hari. Sebaliknya, belahan bumj yang membelakangi matahari akan mengalami waktu malam hari. Peristiwa tersebut akan silih berganti selama satu hari penuh dan terus berulang-ulang hingga kini.

  • Adanya perbedaan waktu

Selain terjadinya siang dan malam. Bumi juga mengalami perbedaan waktu. Meskipun belahan bumi sama-sama mengahadap matahai dan sama-sama mengalami waktu siang hari, akan tetapi memiliki waktu yang berbeda. Misalnya, di Indonesia bavian barat sedang jam 7.00 pagi, sedangkan di  Indonesia bavian timur sedang jam 9.00 pagi. Hal tersebut disebabkan oleh kemiringan derajat yang menghadap matahari berbeda tiap saat.

  • Terjadinya gerak semu harian.

Gerak semu harian adalah sesuatu di mana yang aslinya diam dianggap bergerak dan yang bergerak dianggap diam. Lebih jelasnya, ketika kita melihat mata hari yang terbit di timur dan tenggelam di arah barat, sebenarnya hanya diam saja. Melainkan, planet bumilah yang sedang berputar mengitari matahari.

  1. Dampak Revolusi Bumi

Revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari. Sekali berevolusi, bumi memerlukan waktu sekitat 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik atau sering disebut satu tahun. Akan tetapi, kita biasa membulatkan menjadi 365 hari selama setahun. Itulah yang menyebabkan adanya tahun kabisat setiap empat tahun sekali.

Adapun dampak dari revolusi bumi. Berikut penjelasannya.

    1. Terjadinya perbedaan lama siang dan malam

Karena bumi mengitari matahari dengan agak miring posisi bumj, mengakibatkan adanya perbedaan panjang pendeknya waktu siang hari atau malam hari. Kejadian ini terjadi di seliruh belahan dunia. Hanya saja, cenderung dan terlihat lebih ketara di bagian utara atau selatan bumi.

  1. Pergerakan semu tahunan

Gerak semu tahunan tidak berbeda jauh dengan gerak semu harian. Hanya saja ini hanya terlihat seolah-olah matahari begeser sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu. Meskipun sebenarnya matahari hanya diam saja.

  1. Perubahan dan Perbedaan musim

Perubahan dan perbedaan musim di tiap-tiap belahan bumi juga dipengaruhi karena gerak revolusi bumi. Kejadian ini dikarenakan peebedaan pencahayaan matahari di tiap-tiap daerah di seluruh dunia. Musim di daerah yang sering mendapat sinar matahari akan beebeda bentuk musimnya dengan daerah yang sedikit terkena sinar matahari.

  1. Rasi bintang selalu berubah

Setiap malam rangkaian rasi bintang di langit selalu berubah-ubah. Misalnya, malam ini terlihat rasi bintang leo, malam berikutnya rasi bintang sagitarius, dan malam berikutnya rasi bintang lainnya. Hal tersebut disebabkan adanya gerak revolusi bumi. Penduduk bumi hanya menjadi penvamat langit yang setiap malam beruba-ubah karena wajah bumi terus berputar mengelilingi matahari secara bergantian.

  1. Penetapan kalender masehi

Berdasarkan pembagian bujur di bumi, yaitu bujur barat dan timur maka batas penanggalan internasional ialah bujur 180 derajat. Perhitungan kalender masehi mengacu pada periode revolusi bumi,dimana satu tahun sama dengan 365,25 hari. 365,25 hari tesebut dibulatkan menjadi 365 hari dalam setahun. Hal tersebutlah yang mengakibatkan adanya hari kabisat setiap empat tahun sekali yang dimana total hari ada 366 hari selama setahun penuh.

About the Author: materi ilmu