Integrasi dan Disintegrasi

1. Integrasi

Integrasi merupakan kata serapan dari bahasa inggris. Kata integrasi berasal dari kata ‘integration’ yang memiliki kesempurnaan atau keseluruhan. Dalam ilmu sosiologi, integrasi memiliki arti proses penyesuaian berbavai unsur yang berbeda beda dalam kehidupan masyarakat sehingga menjadikan pola pikir masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Integrasi dalam ilmu sosiologi adalah penyatuan antar budaya budaya. Fidak ada diakriminasi antara kelomopok sosial yang satu dengan yang lain. Integrasi sosial mampu mengendalikan konflik pada kelompok sosial tertentu. Selain itu, integrasi juga menyatukan unsur unsur tertentu yg beda.

Secara ilmiah, Integrasi adalah pembauran warga masyarakat menjadi satu kesatuan yang utuh dan bulat kedalam satu kesatuan sosial. Indonesia merupakan negara kepulauan sekaligus nrgara multikuktural. Sebab itulah, integrasi sangat penting untuk menyatukan. Karena Indonesia memiliki semboyan, berbeda-beda tetap satu jua.

Dalam kehidupan masyarakat, integrasi selalu berkaitan dengan kerja sama antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Selain hal itu, integrasi juga memicu terjadinya asimilasi maupun akomodasi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan integrasi dan agar tidak memunculkan kesenjangan sosial, perlu selalu berpikir positif dan ber prasangka baik.

Perlu dicari bentuk- bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yang meliputi empat system, yaitu:

  • a. System budaya seperti nilai- nilai Pancasila dan UUD 1945
  • b. Sistem social seperti kolektif- kolektif social dalam segala bidang
  • c. System kepribadian yang terwuju sebagai pola- pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola- pola keindonesiaan
  • d. System organic jasmaniah, dimana nasion tidak didasarkan atas persamaan ras.

Untuk mengurangi prasangka, ke empat system itu harus dibina, dikembangkan, dan diperkuat sehingga perwujudan nasion Indonesia tercapai.

2. Disintegrasi

Disintegrasi adalah lawan dari integrasi. Disintegrasi memiliki arti ketidaksesuaian atau ketidakpaduan. Bisa juga, disintegrasi diartikan sebagaj perpecahan, baik suatu wilayah atau negara.

Secara teoritis, disintegrasi merupakan faktor terpenting yang dilancarkan imperialisme untuk mendominasi pemerintahan suatu negara sehingga pembangunan masyarakatnya diorientasikan pada corak Barat. Secara historis, masyarakat modern lahir dalam lingkup disintegrasi, sehingga negerinya pun berwatak disintegratif. Padahal lembaga-lembaga ekonomi dan kebudayaannya merupakan institusi lokal. Sebab itulah, masyarakat modern disebut juga masyarakat disintegrasi.

Adapun disintegrasi memiliki pola sendiri. Pertama, kebodohan dan kemiskinan untuk orang yang tidak merata. Kedua, penyimpangan masyarakat sosial yang dapat mengganggu ketenytaman masyarakat lainnya. Ketiga, kurang ketat atau tegasnya peraturan di pemerintahan. Keempat, seperti yang terjadi di indonesia saat ini. Agama dan budaya terpecah belah. Padahal, hanya karena sebuah jabatan di ranah politik.

About the Author: materi ilmu