Konsep Dasar Menulis Essai

Essai adalah suatu karangan atau tulisan yang membahas suatu masalah secara sekilas dari sudut pandang pribadi penulisnya. Dengan kata lain, essai selalu mengandung argumen atau opini dari penulis itu sendiri. Hanya saja, argumen atau opini yang diungkapkan penulis dalam sebuah essai harus didukung dengan fakta, agar essai tersebut dapat dipertanggungjawabkan karena bukan karangan belaka. Penulis Esai disebut sebagai seorang esais.menulis

Jika anda bagian dari orang yang kritis terhadap informasi, tentunya ketika Anda membaca sebuah persoalan yang disajikan dalam bentuk essai, Anda akan tergelitik untuk membahas secara sepintas dan memberikan pendapat. salah satunya melalui tulisan pula. Kegiatan seperti ini merupakan rangkaian kegiatan menulis esai.

Sejatinya, bahwa dalam esai bukan hanya terdiri atas beberapa alinea/paragraf saja, melainkan memiliki struktur tertentu.
Nah, lantas bagaimana struktur penulisan esai agar menjadi tulisan yang baik?

  1. Pendahuluan atau Pembuka
    Pada bagian awal sebuah Esai, penulis dapat mengungkapkan maksud topik yang akan dibahas dalam keseluruhan tulisan. Bagian awal sebuah esai digunakan sebagai pematik bahasan pada bahasan. Dengan kata lain, bagian pembuka dapat disebut sebagai latar belakang esai. Aga esai memiliki dasaran yang baik, disarankan penulis untuk menggunakan bahasa yang lugas dan tidak bertele-tele.
  2. Pembahasan atau Isi
    Pada bagian pembahasan, penulis bisa menjelaskan secara rinci tentang tema atau topik bahasan. Di bagian ini, penulis memaparkan argumen-agumennya. Dan tentunya, harus ditopang dengan fakta yang benar-benar riil, sehingga argumen-argumen dalam esai tersebut menjadi karangan yang koheren.
  3. Kesimpulan atau Penutup
    Kesimpulan merupakan bagian akhir dari esai. Pada bagian ini, penulis menyimpulkan isi dari essai dengan merangkum poin-poin penting yang sudah dipaparkan pada bagian isi esai. Kesimpulan digunakan untuk penutup essai, dengan tujuan bahwa topik bahasan esai tidak kemana-mana.