Pembentukan dan Persebaran Jenis Tanah

Pembentukan dan Persebaran Jenis Tanah – Tanah dapat disebut sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dalam tanah tersebut banyak mengandung bermacam-macam bahan organik dan anroganik. untuk bahan organik berasal dari jasad-jasad makhluk hidup yang telah mati dan mengurai, baik yang berasal dari flora, fauna maupun manusia, sedangkan bahan anorganik berasal dari  benda-benda mati berupa batuan dan mineral.

Di dalam tanah tentunya terjadi interaksi antar faktor-faktor yang mengakibatkan terbentuknya tanah. Interaksi antara faktor-faktor pembentuk tanah tersebut akan menghasilkan tanah dengan sifat-sifat yang berbeda. Baik berdasarkan pada faktor pembentuk maupun betdasarkan sifat tanah inilah, beberapa ahli mengklasifikasikan tanah dengan klasifikasi yang berbeda.

Proses pembentukan tanah

Proses pembentukan tanah diawali dari pelapukan batuan terdahulu, baik mengalami pelapukan fisik maupun pelapukan yang bersifat kimia. Dari proses pelapukan ini, batuan akan menjadi lunak dan berubah komposisinya sedikit lembek. Jika batuan yang lapuk belum dikatakan sebagai tanah, tetapi sebagai bahan tanah (regolith) karena masih menunjukkan struktur batuan induk atau sedikit mirip dengan batu. Proses pelapukan tersebut kian berlangsung hingga akhirnya bahan induk tanah berubah menjadi tanah. Proses tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama. Nah, proses pelapukan ini menjadi awal terbentuknya tanah. Sehingga faktor yang mendorong pelapukan juga berperan dalam pembentukan tanah. Tanah yang dihasilkan pun berbeda-beda, tergantung pencahayaan matahari, kelembapan suhu udara, curah hujan dan sebaginya. Sebab itulah terdapat banyak jenis-jenis tanah.

Jenis-jenis tanah

  1. Hidromorf kelabu

Jenis tanah hidromorf kelabu bentuk perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal, yakni topografi yang berupa dataran rendah atau cekungan, sehingga cekungan tersebut hampir selalu tergenang air, dan warna kelabu hingga kekuningan.

  1. Tanah mediteran merah kuning

Tanah mediteran merah kuning jenis tanah yang berasal dari batuan kapur keras atau disebut jga limestone. Penyebaran tanah ini berada di daerah yang memiliki iklim subhumid, topografi karst dan lereng vulkan dengan ketinggian di bawah 400 m. Warna tanah mediteran inj cenderung beewarna cokelat hingga merah. Khusus pada jenis tanah mediteran merah kuning di daerah topografi karst dikenal sebagai  ”Terra Rossa”.

  1. Tanah andosol

Tanah andosol berasal dari bahan induk abu vulkan. jenia tanah andosol memiliki penyebaran di daerah beriklim sedang dengan curah hujan di atas 2.500 mm/tahun tanpa adanya bulan kering sama sekali. Umumnya tanah andosol ini banyak dijumpai di daerah lereng atas kerucut vulkan pada ketinggian di atas 800 meter. Jenis tanah ini secara umum memiliki warna cokelat, abu-abu hingga hitam pekat.

  1. Tanah podsol

Tanah podsol berasal dari batuan induk pasir. Penyebaran tanh ini rata-rata di daerah beriklim basah, topografi pegunungan, salah satunya berada di daerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Papua Barat. Sayangnya, tingkat keauburan tanah ini sangat rendah dari jenis tanah yang lain.   

  1. Tanah podsolik

Tanah podsolik berasal dari batuan pasir kuarsa, penyebarannya rata-rata di daerah beriklim basah tanpa adanya bulan kering, curah hujan lebih 2.500 mm/ tahun. Tekstur tanah podsolik bersifat lempung hingga berbentuk menyerupai pasir. Tingkat kesuburan tanah ini rendah hingga sedang. dengan ciri-ciri warna merah, dan kering.

  1. Tanah grumusol

Tanah grumusol berasal dari pelapukan batu kapur, batuan lempung yang tersebar di daerah iklim subhumid atau subarid, dan curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun.

  1. Tanah latosol

Tanah latosol secara umum tersebar di daerah yang beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000 meter. Tanah latosol ini terbentuk dari batuan gunung api kemudian mengalami proses pelapukan tingkat lanjut aehingga menjadi tanah latosol.

  1. Tanah litosol

Tanah litosol merupakan jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan tanah yang tidak begitu tebal. Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna. Jenis tanah ini banyak ditemukan di lereng gunung dan pegunungan di seluruh Indonesia.

  1. Tanah regosol

Tanah regosol  merupakan jenis tanah yang berasal dari endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar. Penyebaran jenia tanah ini terutama berada di daerah lereng gunung api. Penyebaran tanah regosol banyak terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

  1. Tanah aluvial

Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang masih muda, dan belum banyak  mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai di Indonesia.

  1. Tanah organosol atau tanah gambut

Tanah gambut berasal dari bahan induk organik dari hutan rawa, dan mempunyai ciri warna cokelat hingga hitam kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat sampai dengan agak lekat, dan kandungan unsur hara begitu rendah. Tanah gambut secara umum terbentuk karena adanya proses pembusukan dari sisa-sisa tumbuhan rawa. Tanag gambut dapat dijumpai  di rawa Sumatra, Kalimantan, dan Papua, kurang baik untuk pertanian maupun perkebunan karena derajat keasaman sangat tinggi.