Perbedaan Akulturasi, Asimilasi, dan Akomodasi

Materi Ilmu – Selamat datang kembali ke blog Materi Ilmu. Kali ini admin akan bahas tentang Perbedaan Akulturasi, Asimilasi, dan Akomodasi. Perkembangan zaman selalu memengaruhi perubahan sosial dalam masyarakat. Baik perubahan sosial dalam hal kebudayaan, agama, ras dan teknologi. Proses peubahan tersebut terjadi karena adanya kesengajaan maupun tidak sengaja. Baik terencana maupun tidak. Perubahan sosial tebetut terjadi karena bebeapa hal, antara lain Akulturasi, Asimilasi, dan Akomodasi.

Berikut perbedaan Akulturasi, Asimilasi, dan Akomodasi

  1. Akultuasi adalah proses penerimaan dan pengelolaan unsur-unsur kebudayaan baru, di mana kebudayaan tesebut diambil dari kebudayaan lain. Akan tetapi, proses pengambilan budaya tersebut tidak meninggalkan karakteristik budaya aslinya. Dengan kata lain, akultuasi tidak menghasilkan budaya baru. Misalnya, bangunan masjid menara (Sunan) Kudus. Bangunan tersebut memadukan antara budaya Islam dan Hindu. Sehingga bangunan tersebut dapat dikategorikan sebagai peristiwa akulturasi. Contoh lain misalnya, bangunan-bangunan pemerintahan yang bergaya Belanda dan Masjid Demak.
  2. Asimilasi
    Asimilasi adalah proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan masyarakat sehingga terjadi intregasi sosial. Adanya asimilasi dapat menghilangkan unsur-unsur perbedaan kelas sosial horizontal di masyarakat. Karena adanya dua perbedaan yang berbeda, asimilasi kerap menjadi pemersatu antar anggota masyarakat. Misalnya, membaurnya etnik Tionghoa dengan masyarakat pribumi. Contoh lain misalnya, budaya Hindu di masyarakat Bali. Dalam masyarakat tersebut terjadi asimilasi antara kepercayaan animisme kepercayaan Bali dengan Agama Hindu yang berasal dari negara seberang, Hindia. Sehingga menjadi kepercayaan baru, yakni Hindu Dharma.
  3. Akomodasi
    Akomodasi adalah proses penerimaan unsur-unsu kebudayaan luar untuk menghindari konflik. Akomodasi dapat pula dimaknai suatu proses dalam hubungan sosial yang mengarah pada adaptasi, sehingga antar individu maupun kelompok tidak terjadi pertikaian. Misalnya, peristiwa toleransi antar umat beragama yang ada di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Toleransi tersebut dilakukan oleh antar individu untuk menghindari permasalahan karena adanya perbedaan.

Demikian artikel pembahasan tentang Perbedaan Akulturasi, Asimilasi, dan Akomodasi. Terima kasih sudah berkunjung ke blog materiilmu.com. Jangan lupa kunjungi juga artikel-artikel lainnya!!

About the Author: materi ilmu