Siklus Hidrologi

Siklus Hidrologi – Planet bumi terdiri dari dua bentuk, yakni daratan dan perairan. Daratan sebagai tempat tinggal manusia, sedangkan perairan sebagai SDA untuk manusia. Air merupakan Sumber daya alam utama bagi seluruh mahluk hidup yang tinggal di bumi. Karena segala sesuatu itu membutuhkan air. Untungnya, air termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui, sehingga volume air di bumi tidak akan pernah habis. Meskpun air di bumi tidak ada habisnya, tetapi kondisi air di bumi selalu berevolusi, dari bentuknya maupun posisinya. Hal tersebut dinamakan sebagai siklus air.

Siklus air disebut juga dengan siklus hidrologi. hidrologi ini adalah salah satu dari 6 siklus biogeokimia yang berlangsung di Bumi. Siklus hidrologi merupakan siklus atau sirkulasi air yang berasal dari Bumi kemudian menuju ke atmosfer dan kembali lagi ke Bumi yang berlangsung secara terus menerus.  Hal tersebutlah yang mengakibatkan air di bumi tidak pernah habis dan terus diperbarui.

Nah, bagaimana sih? Siklus hidrologi tersebut? Bagaimana prosesnya? Berikut penjelasnnya. Siklus hidrologi ini setidaknya mencakup 9 tahap, yakni evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, sublimasi, kondensasi, adveksi, presipitasi, run off, dan infiltrasi.

  1. Evaporasi

Evaporasi merupakan istilah lain dari penguapan. Siklus hidrologi bermulai dengan adanya penguapan.  penguapantersebut  dimulai dari air yang ada di Bumi, seperti samudera, laut, danau, rawa, sungai , bendungan, area persawahan, genangan air, atau bahkan di area selokan. Semua air tersebut  berubah menjadi uap air karena adanya pemanasan dari sinar matahari. Hal inilah yang disebut dengan evaporasi atau penguapan. Karena air di bumi berubah menjadi bentuk gas, hal tersebutlah yang mengakibatkan air naik ke atas langit.

  1. Transpirasi

Transpirasi juga diartikan sebagai penguapan air. Hanya saja, jika evaporasi penguapan air yang berasal dari secara lamgsung, sedangkan transporasi merupakan bentuk penguapan yang berasal dari mahluk hidup, baik itu manusia, binatang, maupun tumbuhan. Namun, air yang menguap lebih sedikit dibandingkan air yang menguap dari proses evaporasi.

3.Evapotranspirasi

Evapotranspirasi merupakan gabungan dari proses evaporasi dan transpirasi. Dengan kata lain, proses ini menjumlahkan total uap air.

  1.  Sublimasi

Sumblimasi merupakan proses perubahan es di kutub atau di puncak gunung menjadi uap air, tanpa harus melalui proses cair terlebih dahulu. Proses ini dinamakan sublimasi karena adanya proses penyubliman dari benda padat menjadi uap. Juamlah uap yang dihasilkan dari sublimasi lebih sedikit dibandingkan evaporasi maupun transpirasi.

  1. Kondensasi

Kondensasi merupakan proses berubahnya uap air menjadi partikel- partikel es. Ketika uap air dari proses evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, dan sublimasi sudah mencapai ketinggian tertentu, uap air tersebut akan berubah menjadi partikel-partikel es yang berukuran sangat kecil melalui proses konsendasi. Perubahan wujud inilah yang mengakibatkan  suhu udara yang sangat rendah saat berada di ketinggian tersebut. Partikel- partikel es yang sangat kecil tersebut saling bergerak berdekatan dan bersatu. Kegiatan bersatu tersebut menjadi awan. Semakin banyak partikel es yang bersatu, semakin besar pula awan yang terbentuk.

  1. Adveksi

Adveksi merupakan perpidahan awan dari titik yang satu ke titik lainnya, namun masih dalam satu horisontal saja. Dengan kata lain, seusai partikel- partikel es membentuk sebuah awan yang hitam dan gelap, awan tersebut dapat berpindah dan bergerak secara horizontal  dari satu titik ke titik yang lain. kegiatan perpindahan tersebut dipengatuhi oleh tiupan angin dan tekanan negara.

  1. Presipitasi

Presipitasi merupakan proses mencairnya awan hitam dan gelap akibat adanya pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada tahapan inilah terjadinya hujan. Hujan tersebutlah yang mengakibatkan kembalinya air ke bumi. Akan tetapi, tidak semua proses presipitasi mejadi air, ada beberapa daerah yang malah terjadi hujan es atau salju. Hal ini disebabkan tingkat suhu pada daerah tertentu.

  1. Run off

Run off atau merupakan proses pergerakan air dari tempat yang tinggi menjuju ke tempat yang lebih rendah. perverakan ini dapat melalui saluran air seperti sungai, sumur, got, atau bahkan air yang ada di dalam tanah menuju samudra. Sehingga, air yang sudah sampai di Samudra dapat mengalami evaporasi kembali. .

  1. Infiltrasi

Tidak semua air yang masuk ke permukaan bumi mengalir ke samudra atau mengalami proses infiltrasi. Sebagian dari air tersebut akan bergerak menuju ke pori- pori tanah, merembes, dan terakumulasi menjadi air tanah. Proses pergerakan air ke pori-pori tanah inilah yang dinamakan proses infiltrasi. Sepertu itulah proses siklus hidrologj dan akan terus berulang dari evaporasi hingga ke infiltrasi.