Teks Anekdot : Pengertian, Struktur, dan Ciri Kebahasaan

Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur lucu dan mempunyai maksud tertentu, khususnya untuk melakukan kritikan . Biasanya, Teks anekdot membahas tentang topik layanan publik, politik , lingkungan , dan sosial. Teks anekdot dapat ditemui di banyak tempat, seperi Koran, majalah, dan internet. Dewasa ini, teks anekdot lebih sering dijumpai di media sosial.
Teks anekdot tidak hanya berupa cerita narasi pendek saja, tetapi juga ada yang berupa rangkaian dialog antar dua tokoh atau lebih. Selain untuk memberi humor, teks anekdot juga harus memiliki amanat, pesan moral afaupun kdbenaran secara umum.
Nah, lantas bagaimana sih ciri teks anekdot itu, bagaimana strukturnya? Agar bisa dikatakan sebagai teks anekdot? Struktuk teks anekdot ada lima macam, berikut penjelasannya;

Struktur Teks Anekdot

1. Abstrak
Abstrak merupakan struktur teks humor pembuka yang ada dalam sebuah teks bernama anekdot. Abstrak ditaruh di awal paragraf difugsikan untuk menggambarkan mengenai teks tersebut secara mendasar agar pembaca dapat membayangkan apa yang diceritakan.
2. Orientasi
Orientasi merupakan awal kejadian atau peristiwa pada cerita atau juga bagian yang menjelaskan latar belakang alasan peristiwa utama dalam cerita bisa terjadi.
3. Krisis
Krisis merupakan bagian teks anekdot yang menjelaskan mengenai pokok masalah utama dengan warna unik dan juga tidak biasa. Dengan tujuan agar peristiwa tersebut dapat lebih membangun pemikiran atau imajinasi pembaca.
4. Reaksi
Reaksi dalam teks anekdot berhubungan besar dengan struktur krisis. Reaksi merupakan bagian yang akan melengkapi berupa penyelasaian masalah menggunakna cara – cara yang juga unik, tidak biasa dan berbeda.
5. Koda
Koda dapat diumpamakan sebagai penutup cerita . Koda merupakan bagian yang
menutup cerita dalam teks tersebut.
Selanjutnya;

Ciri Kebahasaan Dalam Teks Anekdot.

1. Memakai kalimat pertanyaan dengan keterampilan bahasa yang kreatif dan efektif atau retorik.
2. Menulis urutan peristiwa yang sesuai struktur, yaitu diawali dengan bagian abstrak dan diakhir dengan bagian koda sebagai penutup teks anekdot.
3. Menyatakan runtuta peristiwa serta bagian dari peristiwa yang lain menggunakan konjungsi atau kata hubung yang tepat.
4. Memakai kata keterangan waktu lampau .
5. Memakai kata predikat atau kata kerja .
6. Memakai kalimat pernyataan yang mengandung ujaran peritah .
7. Dibuat secara berurut dan kronologis dari abstrak hingga koda secara rinci.

About the Author: materi ilmu